Jakarta, Kota Lain

Pas aku bilang tanteku kalo aku mau ke Jakarta dalam rangka #PerjalananKeBarat, dia kaget. Ga heran sih sama tanteku itu. Dia emang penuh kejutan. Padahal yang nyaranin untuk kunjungi sodara-sodara dari pihak si Engkong juga dia kan yak? (Tepok jidat).

Pesan dia cuman 1, sebelum telpon WhatsApp kami terputus, “Jakarta itu kota lain loh…”

Paham sih maksut do’i…. Ga kayak Jawa Timur gituuuu. Well, greget pas pesawat take off sama pas mau landing karena kebayang “Oh em jey! Gue ke Jekardah meeeen!” Ini kali pertamanya aku ke Jakarta sebagai wanita dewasa setelah yang pertama (kata si Buyun) aku pernah ke Jakarta…. Waktu aku masih bayi usia beberapa bulan. #Sigh!

Setelah kluar pesawat, kena musibah. Air minum aku bawa dari Denpasar dalam wadah tuppy … Tumpah ruah! Beneran netes-netes dari dalem keluar tas punggung aku. Well, bukan netes lagi sih…. Ngocor!

Setelah kejadian ini greget aku sukses luntur karena disusul baju bagian belakang basah. Sumpah gagal cantik… Alhamdullilah keliling antar terminal nyariin Mak Reno (sang juragan arisan) plus bis DAMRI penuh kasih untuk nyari jurusan ke Sumarecon (sumpah kayak nyari jodoh rasanya), akhirnya baju kering. Kopdaran sama juragan arisan tercinta (makasiiiiiih traktiran es tehnya… Sungguh menolong musafir kehausan dari pulau Dewata ini) dan nunggu bis DAMRI ke Bekasi Barat. Akhirnya di atas bis DAMRI terkasih ini aku simpulkan kalo kota Jakarta (dari bandaranya) : SAMA AJA KAYAK KOTA LAIN. Masih mendung juga, masih banyak kendaraan juga, masih banyak juga orang di Bandara. Bedanya kayaknya dimana-mana jalanan beton.

Pengennya bilang gitu….

Tapi dari aku di atas bis DAMRI uda 10 menit ternyata aku tuh belum keluar dari bandara….. Njir! Kayaknya Jakarta emang kota lain.

Advertisements

Ujian Idup Halah Halahhh

So, bisa dibilang hampir tiap hari nih bergaul sama yang namanya naskah. Kalo naskah itu laki-laki, aku kemungkinan besar udah melahirkan banyak anak, dari “laki-laki” yang berbeda… #Eww. Rada serem jadinya yak? Hahahahah!

Dari sekian naskah yang kugauli #Halahhh, naskah MC mungkin bisa dibilang naskah yang paling jarang dengan pikiran keras bikinnya. Why? Lah MC seringan acara non formal alias santai. Asal punya rundown, ada time keeper/sie acara, list data yang kudu dibaca ada, rasanya sih tinggal improve aja di depan umum. Emang sih ada kalanya “keselip” cuman alhamdulillah jadi pelajaran (yang terbaru salah bacain nama sponsor… Daftarnya panjang beuuud!).

Tapi naskah MC yang teranyar ini mungkin yang terbadass sepanjang 2017. Uda klien booking dadakan (kurang dari 1 minggu men..), minta bahasa Inggris, duet sama 1 MC bahasa Indonesia. Feenya… Ntar aja trakhir biar surprise. Heheheheehehe! Ribet Amir? Hohoho yahahaa…. Secara acaranya FORMAL! Naskah Indonesianya aja uda bikin sebel nunggu diapprove klien, belum nerjemahkan ke naskah Inggrisnya. Bukan sembarangan terjemahkan sih… Aku berharap banget hasil terjemahannya (or adaptasi tepatnya) tuh masuk akal di kuping warga asing, bisa diterima sama yang bilingual(orang Indo). Emang kita nggak bisa memuaskan semua orang, but at least I try toh?

So naskah MC bahasa Inggris inihh…. Berjam-jam ngerjainnya (diselingi galau dan stress didokumentasikan dalam story Instagram), uda tinggal “mix” sama bahasa Indonesia, kena tegur dari Allah…. Ibarat Allah tuh ngomong gini, “Lu gaya sok ngatur sendiri, ngatur orang lain aja ga bisa.”

Heak, beugggh!!! Nampol bener rasanya.

Butuh kesabaran ekstra dan istighfar banyak-banyak ternyata. Ketauan cetek ilmunya. Hiks! Istighfar uda ngembat yang bukan haknya. Istighfar sok tau. Istighfar uda berburuk sangka. De el el….

Mari berdo’a semoga acara lancar dengan berkah dari Allah SWT. Aamiin

WORDPRESS : Web vs App

Actually, there are things I wanna write for this 29 Nov. I mean many choices…. But things happen so I’ll save for next.

So, after so many times of thinking I finally get my gut out to write a blog (again) after many failures in the past (in that younger years… Way way back). Yesterday was the first day. So I use the app first since the nearest internet connection was through my Android so there it goes. I was confused at first but I focused to write a post which actually just re-write my writing then add some of this and that…. Then I had my first post!

Then today, actually tonight, I thought “why don’t I open it from studio’s computer since the studio has like 3 inside it. ” From the first plan : make a blog through the computer, I ended up choosing template… Making profile… Getting the right head bar and logo… Clicking this and that….. And all taking like ages! It’s between suck internet connection or I was the one who sucks at understanding WordPress. Lol!

Then, while waiting to get home I checked my precious WordPress blog through my Android. Guess what. I suddenly had a bliss…. The WordPress app looked so easy that it shocked me thinking what the heck taking me so long to understand it yesterday? I came up with a conclusion that the trouble I had through the web kinda bring me to a better understanding or should I just say…. Thank you WordPress for making the app! I love you!!!!

MIMPI AKOH

Jadi….

Apaan sik nih kertas biru?

Ceritanya ikut kelas singkat menulis kreatif nih. #Tsahhh #Gayak Yang ngajar kak Valiant Budi. Jadi kak Val ini kasih kita kertas lipet warna-warni untuk nulis “apa sik kenapa kamu ituh?” alias hal yang jadi pertanyaan ke diri kita sendiri. Kurang lebihnya gitu lah yak instruksi belio. Aku mah ga inget-inget amat instruksinya tapi pokoknya disuru nulis “the big fat why”.

Well, pertanyaan aku ke diriku sendiri sih (saat itu) : soal tugas tambahan di kantor. Note dulu. Ini bukan berarti aku kurang kerjaan ya di kantor (naskah antre meeen) tapi lebih karena aku ngerasa ngga percaya diri karena kok kayaknya kantor ngga percaya sama aku. Kok kayak #PokerFaceBangetSikGue

So aku bertanya ke diri sendiri yang dituangkan ke atas kertas biru muda warna kertas fave aku itu #Haiahhh. Beginilah jelas tulisan “my big fat why” (aku salinin buat kamu dah biar jelas) :


KENAPA…. Jadi MC bertahun-tahun nggak ngetop jugak ya? Bahasa Inggris oke. Bahasa Indonesia, hellawww….. Sedang yang laen modal muda & dikit cantik aja uda dapet dapet kesempatan MC acara-acara hitz! Sampe demi ngetes kadar hitz akoh sampe MC (relawan) di UWRF hampir tiap taun di Ubud! Sedang yang deket aja *slash* kantor tempat kerja yang notabene tau aku bertahun-tahun, cuman kasih MC “gratisan” kalo nggak ada pilihan lain ditumbalin. #Cedih.


Pas kak Val kepo pengen liat apa yang aku tulis jujur panik lah… Ini beberapa persen rahasia perusahaan sih *prasaan aku aja Sik yang lebay*.

Berikutnya diajarin untuk dapet ide nulis dengan tehnik kartu (Remi). Jadi…. Ada urutan kartu sesuai nomer dan lambang yang uda dilengkapi ide-ide tertulis di tiap nomer. Trus untuk warna (ada 2 : hitam dan merah) juga ada pilihannya lagi (cek sendiri aja lah ya ke foto pilihannya…). Menurutku sih bisa macem-macem pilihannya tergantung mau diisi apa.

Dan tehnik kartu ini sukses bikin aku menghasilkan tulisan “MIMPI AKOH”. Headline dari postingan ini…. The queen of all Queen post. #Halahhh

Di saat pilih kartu secara acak (uda dikocok sama temen sih duluan tapi aku kocok lagi) dan aku dapetnya kartu 10 hati. Karena angka 10 ga ada dipilihkan (ya ampuuuun) so aku disuruh kembali ke no 1 (like… What?) Berdasarkan terjemahan “primbon” Ide Tulisan Random ala Kartu versi Valiant Budi #tsahhh, aku kudu nulis tentang mimpi non fiksi.

Lord…. Mimpi aku…. Cuman keinget tulisan di kertas biru tadi karena emang lagi hits-hitsnya di kepala aku ga masuk pilihan Miss universe #ehh. Jadi gitulah hasil tulisanku…


MIMPI AKOH

Mimpi akoh?? Ohohoho…. Ciyuzan maw taw? Resiko ditanggung sendiri ya? Pengen jadi penulis hits yang terus berkarya dan terus berpenghasilan dari menulis. Mimpi lain sih selain MC hits binti kondang juga host acara gitu macem talkshow yang bebas tanya narasumber apa aja en narasumber antri pengen aku wawancara #hazek. Penghasilan dari MC & host yang hits juga lah…. Alias dibayar gede pake banget halalan toyyiban.

Cumaaan….. Nulis sekarang paling jauh nulis naskah kantor yang cari ide macem ngejar balon gas lepas & nulisnya sampe akhir macem “hidupku hampa tanpa deadline”. Kalo MC or host…. Boro-boro bayaran, yang gratisan aja nggak diterima sama kantor tempat kerja. Cedih pake cekalih. Walo tiap UWRF & UFF slalu bilangnya “oke banget kamu, mbak!” Tapi kantor sendiri ya…. Gitu deh.


Ini mau di-posting sebenernya maju mundur berkali-kali. Aib meeen…. Tapi ya sut layah….. Ni tulisan juga blom tentu ada yang baca en blom tentu jadi hits.

Gitu aja deh…. Uda mau jam 10 malem nih. Besok lanjut tulisan lain. Stay tune!